Konsep Proses Keperawatan bagian 2

Posted by blogger Sunday, September 21, 2014 0 comments
Selamat pagi teman-teman semua, apa kabar? tentunya baik ya. Pada postingan kali ini saya akan berbagi ilmu kepada anda semua tentang konsep proses keperawatan, melanjutkan yang kemarin Proses keperawatan bagian 1 yang belum selesai. Baiklah, langsung saja baca sampai habis yuk.

Proses keperawatan

Proses keperawatan memiliki lima tahapan yaitu pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Pengkajian Keperawatan

Pada dasarnya tujuan pengkajian adalah untuk mengumpulkan data subjektif dan objektif dari klien. Adapun data yang terkumpul mencakup klien, keluarga, masyarakat, lingkunga atau kebudayaan.
Dalam melakukan pengkajian, kita harus memperhatikan hal-hal seperti berikut:

  • Memahami situasi yang sedang dihadapi klien dengan cara memperhatikan kondisi fisik, psikologi, emosi, sosial kultural dan spiritual yang bisa mempengaruhi status kesehatannya. 
  • Mengumpulkan semua informasi yang bersangkutan dengan masa lalu, saat ini bahkan sesuatu yang berpotensi menjadi masalah bagi klien guna membuat suatu database yang lengkap. data yang terkumpul berasal dari perawat-klien selama berinteraksi dan sumber lain
  • Sumber informasi primer adalah klien
  • Sumber informasi sekunder meliputi keluarga, orang yang berperan penting dan catatan medis klien.
Metode pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  • Interview atau wawancara (klien atau keluarga)
  • Pemeriksaan fisik
  • Mengumpulkan data penunjang hasil lab dan diagnostik lain serta catatan kesehatan
Diagnosis Keperawatan

Diagnosis keperawatan merupakan merupakan pernyataan tentang masalah keperawatan yang dialami klien. NANDA (1992) mendifinisikan diagnosis keperawatan merupakan semacam keputusan klikis yang mencakup respon klien, keluarga dan komunitas  terhadap sesuatu yang berpotensi sebagai masalah kesehatan dalam proses kehidupan. Diagnosa keperawatan digunakan untuk menganalisis  data subjektif dan objektif sehingga ditemukanlah diagnosa keperawatan klien. Diagnosa keperawatan melibatkan berfikir kompleks tentang data yang dikumpulkan dari klien, keluarga, rekam medik, data penunjang dan pemberi pelayanan kesehatan yang lain.

Klasifikasi diagnosa keperwatan menurut NANDA. Sebagai berikut:
  • Diagnosa keperawatan aktual
  • Diagnosa keperawatan risiko
  • Diagnosa keperawatan Potensial
  • DIagnosa keperawatan sejahtera
  • Syndroma
  • Masalah kolaborasi (potensial komplikasi "PK")
Rumusan diagnosis keperawatan NANDA:
  • Diagnosis aktual (Problem + etiologi + sign/simptom atau Problem + etiologi)
  • Diagnosis risiko/potensial (risiko/potensial...problem + etiologi
  • Diagnosis sejahtera dan syndroma (kesejahteraan / syndroma...)
  • Diagnosis kolaborasi (potensial komplikasi...)
Perencanaan Keperawatan

Merupakan aktivitas keperawatan pada tahap ke tiga dari proses keperawatan. Perencanaan merupakan aktivitas perumusan tujuan keperawatan dan perumusan tindakan keperawatan yang dibutuhkan bagi upaya mengatasi problem atau masalah yang dihadapi klien. Perencanaan keperawatan dikembangkan oleh NIC (nursing intervention clasification). 

Perumusan tujuan dilakukan secara spesifik, measurable, memiliki batasan waktu dan memiliki kriteria pencapaian. Rencana tindakan dituangkan dalam bentuk kalimat perintah seperti lakukan, berikan, observasi, atur dan lain-lain.

Tindakan Keperawatan

Tindakan keperawatan merupakan preskripsi untuk perilaku spesifik yang diharapkan oleh klien atau tindakan yang harus dilakukan oleh perawat. Tindakan dilakukan untuk membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan dan mencapai hasil yang diharapkan klien. Tindakan keperawatan harus spesifik dan dinyatakan dengan jelas. Pengkualifikasian seperti bagaimana, kapan, dimana, frekuensi, dan besarnya memberikan isi dari aktivitas yang dilaksanakan.

Tindakan keperawatan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya, agar tindakan keperawatan dapat mengenai sasaran yang tepat dan dapat membantu klien dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membantu klien mencapai derajat kesehatan yang lebih baik.

Evaluasi Keperawatan

Evaluasi keperawatan megacu kepada penilaian, tahapan, dan perbaikan dari klien. Pada tahap ini perawat menemukan penyebab mengapa suatu proses keperawatan dapat dikatakan berhasil atau tidak. Perawat menemukan reaksi klien terhadap implementasi keperawatan yang telah diberikan dan menetapkan apa yang menjadi sasaran dari tindakan keperawatan dapat dicapai atau tidak.

Evaluasi keperawatan juga dapat digunakan untuk menetapkan kembali informasi baru yang diberikan kepada klien untuk mengganti atau menghapus diagnosa keperawatan, tujuan atau intervensi keperawatan. 

Mungkin cukup sampai disini saja penjelasan tentang proses keperawatan, mudah-mudahan dapat dipahami. Jika ada yang kurang jelas jangan sungkan-sungkan untuk bertanya dan jika ada yang salah atau kurang benar mohon saran dari teman-teman semua untuk kebaikan artikel ini. Mudah-mudahan dapat bermanfaat dan sampai ketemu lagi pada postingan selanjutnya.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Konsep Proses Keperawatan bagian 2
Ditulis oleh blogger
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kumpulandiagnosakeperawatan.blogspot.com/2014/09/konsep-proses-keperawatan-bagian-2.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Post a Comment

Cara Buat Email Di Google | Copyright of Kumpulan Diagnosa Keperawatan.