Contoh SAP Chikungunya
Friday, January 2, 2015
0
comments
Hari :
Minggu
Tanggal :
10 Januari 2010
Waktu :
30 menit
Tempat : .....
Latar Belakang
Hingga kini, chikungunya masih menjadi masalah kesehatan di indonesia dan sekarang ini tersebar luas dengan derajat yang berat infeksi yang bervariasi. Hal ini yang mendorong kami untuk memberikan penyuluhan kepada warga Ds kayu agung Kec. Kayu Agung, agar mereka lebih paham tentang chikungunya sehingga dapat lebih waspada terhadap penyebaran dan penularan penyakit ini.
Tujuan
Tujuan umum
Setalah dilakukan penyuluhan, keluarga bapak
”Siden Ali” lebih paham tentang chikungunya sehingga dapat lebih waspada
terhadap penyebaran dan penularan penyakit chikungunya
Tujuan khusus
Diharapkan agar keluarga bapak ”Siden Ali”
mampu :
- Mengulang kembali definisi dari penyakit chikungunya
- Menyebutkan faktor penyebab dari penyakit chikungunya
- Mengidentifikasi gejala-gejala penyakit chikungunya
- Melakukuan pertolongan pertama pada pasien chikungunya
- Menjelaskan cara pencegahan penyakit chikungunya
Kepanitiaan
Ketua : .............................
Sekretaris : ...............................
Bandaharan : .......................
Setting Acara
Acara
- Pembukaan oleh pembawa acara
- Sambutan Ketua panitia selama 5 menit
- Penyuluhan Chikungunya oleh
petugas mahasiswa selama 15 menit
- Tanya jawab 10 menit dipadu mahasiswa keperawatan
E. Metode
Diskusi dan
tanya jawab
F. Media
Leaflet
Rencana Evaluasi Kegiatan
- Evaluasi struktur :rencana kegiatan dipersiapkan 4 hari sebelum kegiatan
- Evaluasi proses
- Tempat :Dikeluarga bapak ”SIDEN ALI”
- Evaluasi hadir
- Mampu menyebutkan faktor penyebab dari penyakit chikungunya
- Mampu menjelaskan cara pencegahan penyakit chikungunya
Lampiran Materi
Definisi
Chikungunya merupakan sejenis
penyakit atau sejenis demam virus yang disebabkan oleh alphavirus dari keluarga
Togaviridae. Penyakit ini disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nama
penyakit yang disebut chikungunya berasal dari bahasa Makonde
yang artinya melengkung ke atas.
Gejala
Gejala penyakit ini sangat mirip dengan Demam
berdarah. Hanya saja kalau chikungunya akan membuat semua persendian terasa
ngilu. Penyakit ini memang belum begitu dikenal tapi yang menguntungkan adalah
penyakit ini tidak mematikan.
Seperti diketahui sebelumnya penyakit ini
disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang juga merupakan penyebar penyakit DBD.
Bedaya adalah pada virus DBD akan ada produksi racun yang menyerang pembuluh
darah dan menyebabkan kematian. Sedangkan pada virus penyebab chikungunya akan
memproduksi virus yang menyerang tulang kaki.
Demam dari penyakit ini ditandai dengan demam
tinggi mencapai 39 derajat C,
menggigil, sakit kepala, sakit perut disertai nyeri sendi dan otot, disusul
dengan bintik-bintik merah (ruam)di sekujur tubuh, terutama badan dan lengan.
Kadang-kadang penderita mual dan muntah-muntah. Yang membedakan dengan demam
berdarah dengue, pada Chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan (shock)
maupun kematian. Terkadang disertai juga sakit kepala, conjunctival injection
dan sedikit fotofobia.
Gejala yang timbul pada anak-anak sangat berbeda
seperti nyeri sendi tidak terlalu nyata dan berlangsung singkat. Ruam juga
lebih jarang terjadi. Tetapi pada bayi dan anak kecil:
- Kemerahan pada wajah dan munculnya ruam kemerahan dalam bentuk papel-papel (maculopapular) atau erupsi seperti biduran (urtikaria)
- Rasa linu di persendian tangan dan kaki serta pergelangan lutut.
- Demam tinggi yang disertai muntah-muntah, menggigil, sakit kepala, sakit perut serta bintik merah pada kulit seperti penderita demam berdarah.
- Mimisan bisa terjadi pada pasien anak-anak.
Pencegahan
Dalam upaya melakukan pencegahan terhadap
penyebaran penyakit ini dapat dilakukan dengan cara menghentikan siklus hidup
nyamuk Aedes aegypti. Cara sederhana yang sering dilakukan masyarakat
misalnya:
-
Menguras
bak mandi
-
Menutup
tempat penyimpanan air
-
Mengubur
sampah
-
Menaburkan
larvasida
-
Memelihara
ikan pemakan jentik
-
Pengasapan
-
Pemakaian
anti nyamuk
-
Pemasangan
kawat kasa di rumah
Tidak terdapat sebarang rawatan khusus bagai
Chikungunya. Penyakit ini biasanya dapat membatasi diri sendiri dan akan sembuh
sendiri. Perawatan berdasarkan gejala disarankan setelah mengetepikan
penyakit-penyakit lain yang lebih berbahaya.
Selain itu perlu kewaspadaan misalnya ada anggota
keluarga yang merasa pegal dan linu disertai demam dan sedikit pusing. Tarik sedikit untuk memastikan timbulnya
bercak atau bintik merah pada kulit. Jika benar-benar timbul bercak segera
periksa darah yaitu kadar trombosit untuk memastikan anggota keluarga teserang
DBD atau chikungunya.
Cara
Penularan
Penyebaran virus terjadi melalui gigitan nyamuk
yang terinfeksi dengan masa inkubasi 1 – 12 hari.
Pengobatan
Tidak ada vaksin yang maupun sebagai obat khusus
untuk chikungunya. Umumnya
pengobatan bersifat simtomatis. Penderita akan diberi obat penurun panas dan
penghilang rasa sakit. Dianjurkan banyak beristirahat dan banyak minum serta
mengonsumsi menu makanan bergizi. Tubuh perlu dijaga tetap prima sampai masa
inkubasi virus berakhir. Vitamin bisa digunakan untuk menambah daya tahan
tubuh.Untuk membedakan dengan penyakit demam berdarah, dapat dilakukan tes
serologi.
Usahakan tetap berbaring di tempat tidur dan
lakukan aktivitas yang sifatnya ringan, agar rasa nyeri di persendian tidak
makin parah. Bila ada anggota keluarga yang terserang, segera ungsikan
anak-anak agar terhindar dari penyebaran virus yang cepat. Selain itu siapkan
mental untuk menghadapi nyeri selama berbulan-bulan. Nyeri sulit dihilangkan,
meski gejala yang menyertai demam chikungunya telah hilang tuntas.
Penyakit ini memang tidak mematikan, namun
mengingat gejalanya yang sangat mirip dengan demam berdarah maka sebaiknya
penderita dianjurkan tetap pergi ke dokter.
PENANGGULANGAN
Kegaiatan
penggulangan yang dapat dilakukan antara lain:
- pengobatan penderita
- penyelidikan epidemiologi, pemeriksaan jentik
- pengambilan dan pengiriman sampel
serum penderita
- pemberantasan sarang nyamuk (3M,
larvasiding, ikanisasi)
- fogging (bila diperlukan)
- penyuluhan kesehatan serta kerjasama
lintas program dan sektor.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Contoh SAP Chikungunya
Ditulis oleh blogger
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kumpulandiagnosakeperawatan.blogspot.com/2015/01/sap-chikungunya.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh blogger
Rating Blog 5 dari 5
0 comments:
Post a Comment