Anatomi sistem pencernaan

Posted by Ana Nurkhasanah Tuesday, May 19, 2015 0 comments
System pencernaan atau dalam bahasa anatominya system gastrointestinal atau system digestive merupakan system organ dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk menerima makanan, mencernanya menjadi zat-zat gizi dan energy, menyerap zat-zat gizi ke aliran darah serta membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna ataupun sisa proses tersebut dari tubuh. Fungsi dari system pencernaan adalah menyediakan makanan, air dan elektrolit yang dibutuhkan sel-sel tubuh melalui proses pencernaan.

Ada beberapa istilah dalam proses pencernaan, yaitu:
Ingesti              : pergerakan makanan
Digesti             : penyderhanaan bentuk makanan
Absorbs           : penyrapan za-zat makanan

Eliminasi         : pembuangan sisa proses pencernaan


SUSUNAN SALURAN PENCERNAAN

Organ-organ dalam system pencernaan:

1        Oral (rongga mulut)
2        Faring (tekak/tenggorokan)
3        Esofagus (kerongkongan)
4        Gaster  (lambung)
5        Intestinum tenue (usus halus)
a.       Duodenum (usus 12 jari)
b.      Yeyenum
c.       Ileum
6        Intestinum crasum (usus besar)
a.       Seikum
b.      Kolon asendens
c.       Kolon transversum
d.      Kolon desendens
e.       Kolon sigmoid
7        Rektum
8        Anus.

Beberapa organ yang berperan penting dalam system pencernaan:

1        Kelenjar Ludah:
a)      Kelenjar parotis
b)      Kelenjar submaksilaris
c)      Kelenjar sublingualis
2        Hati
3        Pankreas
4        Kandung empedu 

A.  Cavum Oral (mulut)
Mulut adalah awal atau jalan masuk saluran pencernaan. Mulut merupakan organ pertama yang mencerna makanan dan merubah makanan mencadi hancur. Bagian dalam mulut terdapat dilapisi oleh selaput lender dan terdapat beberapa organ, yaitu: gigi (seri/incisivus, taring/caninus, geraham/molar), lidah, uvula, langit-langit (palatum durum yang bagian keras dan palatum mole yang bagian lunak), serta kelenjar(glandula parotis, sublingual dan submandibula) yang membantu mulut mencerna makanan.
Fungsi rongga mulut:
1.    Mengerjakan pencernaan pertama dengan  jalan mengunyah
2.    Untuk berbicara
3.    Bila perlu, digunakan untuk bernafas.

Gambar 2. Rongga oral

Mulut terdiri dari beberapa organ, yaitu:
a.    Pipi dan bibir
Mengandung otot-otot yang diperlukan dalam proses mengunyah dan bicara, disebelah luar pipi dan bibir diselimuti oleh kulit dan disebelah dalam diselimuti oleh selaput lendir (mukosa).
b.    Gigi
Terdapat 2 kelompok gigi manusia yaitu gigi sementara atau gigi susu  mulai tumbuh pada umur 6-7 bulan dan lengkap pada umur 2 ½  tahun jumlahnya 20 buah dan gigi tetap (permanen) tumbuh pada umur 6-18 tahun jumlahnya 32 buah.
Fungsi gigi:
gigi seri (incisivus) untuk memotong makanan, gigi taring (caninus) untuk memutuskan makanan yang keras dan liat dan gigi geraham (molar) untuk mengunyah makanan yang sudah dipotong-potong.
c.    Lidah
Bagian lidah yang berperan dalam mengecap rasa makanan adalah papilla. Papilla ini merupakan bentukan dari saraf-saraf sensorik (penerima rangsang).
Papilla fifiform berfungsi untuk merasakan manis, papilla fungiform untuk merasakan asam dan asin serta papilla vallate untuk merasakan pahit.
Gambar 4. Lidah (tongue)
Fungsi Lidah:
1.      Untuk membersihkan gigi serta rongga mulut antara pipi dan gigi
2.      Mencampur makanan dengan ludah
3.      Untuk mendorong makanan dan minuman kebelakang
4.      Untuk berbicara
5.      Untuk merasakan manis, asam, asin dan pahit

d.   Kelenjar ludah

Gambar 5. Glandula saliva

Terdapat 3 kelenjar ludah (saliva) yang membantu pencernaan makanan dalam mulut.
1.      Kelenjar parotis, terletak disebelah bawah dengan daun telinga diantara otot pengunyah dengan kulit pipi. Cairan ludah (saliva) hasil sekresinya dikeluarkan melalui duktus stesen kedalam rongga mulut melalui satu lubang dihadapannya gigi molar kedua atas. Saliva yang disekresikan sebanyak 25-35 %.
2.      Kelenjar Sublinguinalis, terletak dibawah lidah salurannya menuju lantai rongga mulut. Saliva yang disekresikan sebanyak 3-5 %
3.      Kelenjar Submandibularis, terletak lebih belakang dan kesamping dari kelenjar sublinguinalis. Saluran menuju kelantai rongga mulut belakang gigi seri pertama. Saliva yang disekresikan sebanyak 60-70 %
Ada 2 jenis pencernaan didalam rongga mulut:
•         Pencernaan mekanik,
•         Pencernaan kimiawi
B.      Faring
Merupakan penghubung antara rongga mulut dan kerongkongan. Berasal dari bahasa yunani yaitu Pharynk.
Didalam lengkung faring terdapat tonsil ( amandel ) yaitu kelenjar limfe yang banyak mengandung kelenjar limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi, disini terletak bersimpangan antara jalan nafas dan jalan makanan, letaknya dibelakang rongga mulut dan rongga hidung, didepan ruas tulang belakang.
C.       Esofagus
Esophagus adalah yang menghubungkan tekak dengan lambung, yg letaknya dibelakang trakea yg berukuran panjang ± 25 cm dan lebar 2 cm.
Fungsi dari esofagus adalah menghantarkan bahan yang dimakan dari faring ke lambung dan tiap2 ujung esofagus dilindungi oleh suatu spinter yang berperan sebagai barier terhadap refleks isi lambung kedalam esophagus
D.     Gaster
Merupakan organ otot berongga yang besar yang letaknya di rongga perut atas sebelah kiri.
            Fungsi dari lambung:
1.      Menampung makanan, menghancurkan dan menghaluskan oleh peristaltik lambung dan getah lambung.
2.      Getah cerna lambung yang dihasilkan :
-          Pepsi, fungsinya memecah putih telur      menjadi asam amino (albumin dan peptone)
-          Asam garam (HCl), fungsinya mengasamkan            makanan dan membuat suasana asam              pada    pepsinogen menjadi pepsin.
-          Renin, fungsinya sebagai ragi yang membekukan susu dan membentuk kasein dan dari karsinogen (karsinogen dan protein susu)
-          Lapisan lambung, jumlahnya sedikit memecah lemak menjadi asam lemak yang marangsang sekresi getah lambung.
Fungsi asam lambung sebagai pembunuh kuman atau racun yang masuk bersama makanan serta untuk mengasamkan makanan agar mudah dicerna.
E.      Intestinum minor
Usus halus adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta. Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna).
Usus halus terdiri dari tiga bagian
•         Usus dua belas jari (duodenum),
•         Usus kosong (jejunum), dan
•         Usus penyerapan (ileum)
Duodenum (20 cm)
Nama duodenum berasal dari bahasa latin duodenum digitorum, yang berarti dua belas jari. Duodenum adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke (jejunum).
       Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu.
Jejenum (2,5 m)
Berasal dari bahasa Laton, jejunus, yang berarti "kosong". Menempati 2/5 sebelah atas dari usus halus. Terjadi pencernaan secara kimiawi.
Ileum (3,6 m)
 Ileum adalah bagian terakhir dari usus halus. Pada sistem pencernaan ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum dan jejunum, dan menempati 3/5 bagian akhir usus halus.
Usus halus berfungsi menyerap sari-sari makanan.
F.       INTESTINUM MAYOR
Banyak bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi.
                  Bakteri ini juga penting untuk fungsi normal dari usus.
Fungsi usus besar, terdiri dari :
      1. Menyerap air dari makanan
      2. Tempat tinggal bakteri E.Coli
      3. Tempat feses
Usus besar terdiri dari :
•         Seikum
•         Kolon asendens
•         Kolon transversum
•         Kolon desendens
•         Kolon sigmoid (berhubungan dengan rektum)
SEKUM
Sekum (bahasa latin: caecus, "buta") dalam istilah anatomi adalah suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar.
Di bawah seikum terdapat appendiks vermiformis yang berbentuk seperti cacing sehingga disebut juga umbai cacing, panjangnya ± 6 cm
G.     Kolon Asendens
-          Panjang 13 cm
-          terletak di abdomen bawah sebelah kanan membujur ke atas.
H.     Kolon Transversum
-          Panjangnya ±38 cm
-          Membujur dari kolon asendens sampai ke kolon desendens
I.        Kolon desendens
•         Panjangnya ±25 cm
•         Terletak di abdomen bawah bagian kiri membujur dari atas ke bawah.
J.        Kolon Sigmoid
•         Lanjutan dari kolon desendens terletak miring
•         Terletak dalam rongga pelvis sebelah kiri
•         Bentuknya menyerupai huruf S
•         Ujung bawahnya berhubungan dengan rektum.
K.      REKTUM
Rektum (Bahasa Latinregere, "meluruskan, mengatur") adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir di anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses
L.       ANUS
•         Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah keluar dari tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lannya dari usus. Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sphinkterFeses dibuang dari tubuh melalui proses defekasi (buang air besar - BAB), yang merupakan fungsi utama anus.
M.   HEPAR
•         Organ terbesar di dalam tubuh
•         Warna coklat kemerahan, beratnya ±1 ½ kg
•         Berperan penting dalam metabolisme
•         Penetralan obat
N.     KANDUNG EMPEDU
•         Organ berbentuk buah pir
•         Letaknya dalam sebuah lobus di sebelah permukaan bawah hati
•         Warna hijau gelap
•         Berfungsi dalam pencernaan dan penyerapan lemak
O.     PANKREAS
•         Terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan dengan duodenum.
•         Fungsi utama pankreas:
      1. menghasilkan enzim pencernaan
      2. menghasilkan hormon


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Anatomi sistem pencernaan
Ditulis oleh Ana Nurkhasanah
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kumpulandiagnosakeperawatan.blogspot.com/2015/05/anatomi-sistem-pencernaan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Post a Comment

Cara Buat Email Di Google | Copyright of Kumpulan Diagnosa Keperawatan.